Silver Strand
Do you ever knew? a single Respect means a lot?
Haaaahhh hari ini cukup melelahkan, rapat di senci seharian, rame banget senci hari ini, alhasil kita muter muter senci untuk cari tahu dimana spot untuk bisa rapat dengan tenang.. hehehe… tadi akhirnya rapat di spageddies, mau gak mau makan lah yah,, mahal giling tuh makanan, hahaha puas karena hari ini menghasilkan banyak banget hasil rapat, setelah itu makan bersama sari dan zuly di ming… enakkk hahaha..gila senci tuh emang surge deh buat makanan sama tempat bergaul, mantapp!! Dari segi makanan dan orang – orangnya juga ok ok hehe.
Namun ketika gw berjalan pulang, secara motor gw di basement , gw tersentak dan seketika juga banyak berbagai pemikiran terlintas di pikiran gw. Yang selama perjalanan pulang gw pikirkan terus menerus,daaaan akhirnya gw memutuskan untuk berbagi pemikiran ini bersama dengan menulis sebuah blogs ini :)
Balik ke blogs gw yang kemaren, dalam rapat intern beberapa hari yang lalu, gw dan tim kerja mencoba untuk merangkum berbagai aspek yang ada dan terkait dengan fenomena di kita sekarang ini. Kemudian dihasilkanlah, menghargai orang lain adalah hal yang sangat sulit kita lakukan dalam jaman sekarang ini. Hmmm dikaitkan dengan pemikiran gw, pada saat gw turun ke basement, tiba tiba gw tersentak melihat seorang supir yang dengan lelap tertidur di aspal dekat mobil majikannya, ya pemandangan seorang supir yang sedang terlelap di hari libur bersama dan menunggu majikannya menghabiskan uang di sebuah tempat perbelanjaan itu. Haaaaaaah gak tau kenapa hati gw seakan menjerit,, shiiitttt gila yahhh kesian banget.. berapa sih uang makan seorang supir yang datang dari pagi jam 5 sebelum majikan bangun dan kemudian pulang setelah majikan tertidur di kamarnya yang nyaman. Di pojok lain gw melihat seorang supir dengan pakaian hitam sedang makan nasi bungkus dan segelas kopi dan juga sedang menunggu majikannya yang mungkin sedang makan makanan mahal di mall atas mereka.
Terkadang kita harus melihat ke bawah untuk bisa merasakan betapa beruntungnya kita menjadi sekarang ini. Mereka tidak pernah mengeluh, sebut saja tukang sapu jalan yang hanya diberi upah 10 ribu perhari untuk menyapu jalanan di Jakarta, seorang buruh pembangunan yang membuat jalan , mereka tidak pernah mengeluh. Namun pernahkah kita membayangkan bagaimana sebuah ucapan “TERIMA KASIH” yang tulus berasal dari hati kita dapat sedikit meringankan beban pekerjaan mereka? Apakah kita pernah dan sering mengucapkan dua kata yang sangat sulit diucapkan lidah kita kepada mereka?
Mungkin ini bisa menjadi bahan renungan kita bersama, apakah sebuah “RESPECT” yang simple bisa mengubah semua hal menjadi lebih baik. Coba kita bayangkan jika semua orang ingin menjadi direktur sebuah perusahaan, tanpa ada pekerja – pekerja seperti mereka, apakah kita bisa hidup??
Semoga ini bisa menjadi bahan renungan kita bersama sebagai anak muda, yang bisa lebih menjunjung tinggi dan menghargai orang lain..
Bravooo
Pw.7
0 komentar:
Post a Comment